Showing posts with label Pendidik. Show all posts
Showing posts with label Pendidik. Show all posts

Tuesday, December 20, 2016

Memorize Is Not Real Study. It's Only Make Burden For The Student

Memorize Is Not Real Study. It's Only Make Burden For The Student
The big problem education in indonesia is about process on learning. Some of teacher still using old method to deliver the knowledge to student with memorize. I think not all teacher in the modern era still using this method, its about your self to manage your class and how you treat your student to understand about any chapter on some subject. 

Memorize is one of method that force the student to understand the subject or material on short time. This methode is become habit for the teacher to efficient their time. Especially that in one semester there are so many material, but the teacher only have limit of time. So sometimes the teacher ask the student to reading all material in the house by self. 

Memorize all the subject is not good for student, because not all student have some ability to fast absorb the material on short time. The student that have standart ability, may take more time to understand each subject. I think the student will confuse because not only one subject that they have to memorized, but momore. Memorize to many materials is only make the student down and does not have passion in the learning. 

The student will boring and never enjoy with the learning. As the teacher we must to understand that not all material on some subject are good using memorize method. Sometimes teacher must change their method proper with the material. Teacher also must remember that if the material only deliver by reading, i believe that the result will not good. 

Other method like practical and discuss to solve some case, it will make the student to analyze the case and know how to solve the problem, it also fostering their problem solving skill. Its so sad especially for student in the elementary school, the learning process is dominate about memorize the material. So you can imagine, if your child study on islamic elementary school (MI) not only basic subject like science, social, math, art but also other islamic subject like fiqih, alqur'an hadist, akidah akhlak. 

Many subject and a lot of memorize is only make student stress and not focus in the learning.Memorize is on process to put information into memory. Memorize change information into banking process or we usually called as coding. Memorize is like shortcut for the teacher to summary the material, but the method totally not good for young child who unable to manage their brain on many subject.Memorize also relate with the test. 

We know that our test using multiple choice or one answer for one question. The ways to face this question type is by memorize. But this test type can't exlore the truly skill of each student. Memorize system not build reltion between information in the brain. Memorize also will give sign to our brain. The consequent is, if the process  we stop it, so slowly the sign will fade. 

We as teacher not always ask the student to memorize but we can give oppurtunity for student to create spaces for base understanding in order to fast absorb the information in the next step. Many parent have misunderstanding about their child, if the child can memorize in the young age, so they think that the child will remember all one's life.

 Its totally wrong, when they grow old make sure the child will forget the information, except the child always remember and always repeat the information. The last, what do you think that memorize not important for our child? Memorize is important and have positive impact, for example student can absorb information fastly, but the teacher is also remember that memorize is only help as tools and not as priority process in the learning.

Setiono (an islamic elementary school teacher)

Wednesday, June 22, 2016

6 Poin Penting Untuk Menjadi Guru Terbaik di Sekolah

6 Poin Penting Untuk Menjadi Guru Terbaik


Ketika kamu menjadi seorang guru, rasanya sangat sulit untuk menjadi sempurna bagi semua murid. Ini sangat jelas terlihat, sebab setiap murid akan mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Apabila di kelas terdapat 30 murid, tentunya tidak semua murid akan mempunyai opini yang serupa tentang gaya belajar yang kita terapkan. 

Setiap murid memiliki cara belajar yang berbeda-beda, ada yang lebih mudah memahami pelajaran dengan gaya visual, ada yang audio dan kinestetik. Jika gaya belajar yang kita terapkan sesuai dengan apa yang murid inginkan, kemungkinan tercapainya tujuan belajar akan semakin besar, namun tentunya untuk memenuhi ketiga jenis gaya belajar tersebut tidak dapat dilakukan secara seratus persen.

Untuk menjadi guru yang baik, hal terpenting yang harus di lakukan yakni mendengarkan apa yang dikatakan dan diinginkan murid anda. Berikut ini beberapa hal yang harus guru lakukan agar menjadi guru yang terbaik bagi murid-muridnya 

1. Guru yang Baik adalah Guru yang Peduli 

Muridmu mungkin memiliki masalah, hari buruk, stress bahkan depresi. Jika kamu melihat muridmu memulai belajar dengan buruk, tidak punya keinginan untuk mengerjakan tugas rumah yang diberikan dan tidak ada semangat belajar. Kita jangan langsung memberikan kesimpulan yang buruk mengenai penyebab memburuknya performa akademiknya.

Sebaliknya, kita dapat menjadi teman baginya, kita dapat menanyakan tentang apa yang terjadi pada murid tersebut, berilah semangat agar murid tersebut menjadi lebih baik. Jika kamu melihat muridmu dalam kondisi depresi, alangkah baiknya kita melakukan pertemuan dengan murid setelah jam pelajaran untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

2. Guru Harus Menjadi Teman

Guru harus terlihat profesional, berwibawa di mata murid-muridnya, namun demikian guru harus bersedia membantu muridnya yang kesusahan, mendengarkan keluh kesah muridnya dan selalu memberikan semangat dan dorongan agar murid-murinya senantiasa betah untuk belajar. Sebagai guru juga kita harus peka terhadap apa yang murid lihat, apa yang mereka sukai. Ini bertujuan agar kita menjadi lebih fleksibel saat mengajar, saat murid bercerita tentang apa diceritakan maka kita akan mengetahui apa yang mereka ceritakan. Pada intinya guru juga harus update dengan apa yang sedang menjadi trend di kalangan anak-anak kita.

3. Buat Pelajaran Relevan dengan Kehidupannya

Jika kamu ingin muridmu lebih mudah untuk memahami pelajaran. Cobalah untuk mulai mengubah cara pembelajaran yang hanya berupa penjelasan semata. Pembelajaran yang menggunakan cara lama tentunya akan membuat murid menjadi malas. Mereka justru akan mengalihkan perhatian mereka untuk bermain dengan temain yang lainnya. Guru harus jeli tentang materi apa yang akan di ajarkan, jika memang suatu materi membutuhkan alat peraga atau percobaan maka aturlah pembelajaran tersebut semaksimal mungkin.  Mengaitkan pelajaran dengan kondisi yang real, misalnya percobaan atau kunjungan ke tempat tertentu juga membuat ilmu yang diserap oleh murid dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan hanya mendengarkan saja.

4. Mengajar dengan Berbagai Macam Cara

Guru tidak hanya fokus mengandalkan suara dan papan tulis saat mengajarkan ilmu pada muridnya. Jika hal demikian yang terus dilakukan justru akan membuat murid menjadi kurang betah untuk menerima ilmu yang diberikan. Mereka menjadi malas untuk terlibat dalam pembelajaran dan lebih menyukai untuk berbicara dengan temannya sendiri. Agar murid dapat  terlibat aktif dalam pembelajaran, tentunya guru harus mempunyai senjata yang ampuh lainnya. Bukan hanya mengandalkan buku semata,  kita dapat menarik perhatiannya dengan memutarkan video pembelajaran, memberikan game ringan di sela pembelajaran akan membuat proses pembelajaran menjadi tidak membosankan

5.  Sabar dalam Memberikan Penjelasan

Mengajar memang bukan perkara yang mudah mengingat murid yang memiliki perbedaan daya tangkap yang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu yang singkat untuk dapat memahami, namun ada juga yang harus membutuhkan beberapa kali penjelasan barulah mereka paham tentang materi tertentu. Jangan pernah lelah semangat untuk senantiasa mengulang suatu materi yang kurang dipahami oleh sebagian murid, mulailah untuk mengubah strategi cara mengajarnya, siapa tahu mereka yang mengalami kesulitan belajar justru akan lebih mudah untuk  menangkap pembelajaran yang kita sampaikan.

Tuesday, June 21, 2016

Langkah Tepat Cara Guru Hadapi Murid Introvert di Sekolah


Langkah Tepat Guru Hadapi Murid Introvert
                                                                 pic. sciencexxi

Mengelola kelas dengan beragam karakteristik murid tentunya bukanlah perkara yang mudah bagi seorang guru. Murid yang datang dengan beragam latar belakang berkumpul menjadi satu dalam lingkup terkecil yakni kelas. Ada tipe anak ekstrovert yang sangat mudah untuk bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Anak ekstrovert ini biasanya lebih terbuka dalam menerima segala hal, mereka juga lebih mudah untuk mengungkapkan secara lisan tanpa basa-basi.

Berlawanan dengan anak ekstrovert, di kelas juga biasanya juga terdapat anak yang bertipe introvert. Untuk tipe yang satu ini, mereka cenderung lebih tertutup untuk mengungkapkan perasaannya, mereka lebih  suka untuk berbicara sedikit dan menyukai ketenangan. Hal inilah yang kadang membuat guru bingung untuk memperlakukan untuk murid dengan siswa yang bertipe introvert. 


Pasalnya dalam pembelajaran mereka cenderung menjadi pendengar dan kurang aktif terlibat di dalamnya, meskipun demikian terkadang murid yang introvert justru mendapatkan prestasi yang baik di kelasnya. Lalu langkah apa yang seharusnya di lakukan seorang guru untuk menghadapi tipe murid yang introvert yang satu ini? Berikut ada enam langkah yang dapat di lakukan oleh guru

1.  Berilah kesempatan untuk murid introvert untuk belajar dengan caranya sendiri.

2.  Jangan memaksakan anak si introvert untuk bekerja kelompok, kita biarkan anak introvert untuk memilih sendiri agar hasilnya lebih optimal.

3.  Seorang guru harus menjelaskan/menceritakan bakat keunikan anak introvert ini pada murid yang lainnya. Menunjukkan sisi keunikan ini kepada siswa lainnya bertujuan agar siswa lain tidak antipati dengan siswa yang memiliki tipe introvert. 

Memberikan penjelasan dan pengarahan yang benar kepada murid yang lain bertujuan agar anak introvert tidak seperti dikucilkan di lingkungan kelasnya. Murid lain akan menyadari bahwa anak introvert juga perlu dihargai dan tetap menjadi bagian di kelasnya, meskipun secara kontak dan percakapan sehari-hari tidak terjadi terlalu intens, mengingat pribadi introvert ialah tipe yang tidak terlalu terbuka pada semua orang dan lebih suka untuk sedikit bicara. 

4. Jangan memaksakan anak untuk berubah menjadi pribadi yang lain. Biarkanlah mereka menjadi pribadi dengan ciri uniknya. Memaksakan sesuatu yang bukan zona nyamannya membuat anak introvert akan menjadi canggung.

5.  Berikan kesempatan untuk mengeksplor ketertarikannya dengan caranya sendiri. Sebagai contoh anak introvert lebih menyukai tulisan dari pada banyak bicara. Arahkan bakat si anak, misalkan ia memiliki keahlian di bidang menulis atau melukis, berilah pengarahan dan latihan dengan melibatkan guru bidang studi tertentu yang sesuai dengan kapasitasnya, sehingga nantinya karya mereka dapat ikutkan dalam suatu perlombaan dan pameran.
6. Tetap respect terhadap anak introvert selama di lingkungan sekolahnya. Buatlah mereka merasa tetap nyaman, jangan perlakukan si anak merasa berbeda dengan yang lainnya. Pada dasarnya anak introvert juga memiliki kemampuan yang sama dengan anak ekstrovert bahkan bisa lebih, yang membedakan hanya pada proses komunikasi yang dilakukan. Introvert lebih suka untuk berbicara pada saat tertentu saja, jika memang waktunya tidak tepat mereka lebih suka untuk pendengar yang baik.

Monday, June 20, 2016

Guru Wajib Kenali dan Pahami Ciri Khusus Siswa Introvert

Guru Wajib Kenali dan Pahami Ciri Siswa Introvert

Sebagai seorang guru kita tentunya akan berhadapan dengan berbagai jenis karakteristik dan sifat yang berbeda-beda. Tuhan memang menciptakan segalanya di dunia ini penuh dengan keberagaman, salah satunya ialah sifat bawaan yang ada pada diri siswa. Sifat seseorang kadang berasal turunan dari orang tuanya atau bisa juga karena faktor lingkungan. Kita tahu bahwa di dunia terdapat dua tipe orang yakni introvert dan ekstrovert. 

Dua tipe ini juga kita temukan dalam keseharian saat mengajar di kelas. Contohnya tipe siswa introvert yakni mereka yang pendiam dan tidak banyak tingkah di kelasnya, tetapi kadang mereka memiliki prestasi yang tinggi ini dipengaruhi karena kemampuan kognitif si anak beradaptasi dengan cara dirinya sendir yang cenderung  menyukai suasana yang sepi, tidak menyukai kondisi ribut, tidak banyak bicara dan menyenangi kegiatan dalam kelompok kecil seperti membaca, menulis dan menggambar. 

Berbeda dengan introvert, siswa ekstrovert mempunyai sikap yang terbuka baik kepada guru atau teman sebayanya. Mereka tidak sungkan untuk menyampaikan pendapatnya di hadapan banyak orang, mereka lebih menyukai kondisi yang ramai dan bertemu banyak orang dalam suatu acara. Ekstrovert juga dikenal sebagai pribadi yang lebih cepat untuk berbicara dibandingkan mendengarkan. Mereka akan terbiasa untuk spontan berbicara tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.

Pada postingan kali ini saya akan lebih fokus untuk membahas beberapa ciri siswa yang memiliki sifat introvert. Hal ini saya lakukan, mengingat dalam pembelajaran kita sering menemui ada beberapa anak yang kurang aktif di pembelajaran namun, memiliki nilai yang bagus di kelasnya. Tentu ada anggapan tertentu bahwa ada kelainan dalam diri si anak. Pada artikel ini saya ingin memberi tahu bahwa sifat introvert ini sebagai suatu bakat yang diberikan Tuhan dan bukan suatu masalah atau kelainan. Berikut ini saya akan uraikan secara detail tentang ciri siswa introvert pada anda

1.    Anak introvert bukanlah seorang yang pemalu

Jika kita masih beranggapan bahwa anak introvert merupakan seorang yang pemalu, hal ini perlu diluruskan. Kita harus mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara sifat pemalu dan introvert. Orang pemalu lebih cenderung untuk meninggalkan situasi sosial yang dianggap kurang menguntungkan baginya.

Sedangkan introvert merupakan pribadi yang tidak anti sosial mereka hanya lebih menyukai pada percakapan yang lebih dalam pada satu orang atau lebih tentang suatu topik yang kebetulan mereka sukai. Mereka akan cenderung menghindari suatu kelompok jika topik pembahasan di anggap kurang menarik baginya.

2.    Introvert pribadi yang tidak sering bicara

Ini terjadi karena siswa introvert akan lebih memilih untuk memulai percakapan dengan siswa yang memiliki kesamaan kesenangan, hobi atau ide. Pada suatu diskusi kelompok, kita kadang melihat seorang siswa introvert hanya lebih suka mendengarkan dibandingkan menyampaikan gagasan.

Jika mereka ingin memberikan masukan, mereka lebih suka untuk memikirkannya terlebih dahulu, baru menyampaikannya kepada siswa lainnya. Siswa introvert akan berbicara pada waktu yang tepat, jika dipaksa justru mereka akan kebingungan.

3.    Tidak menikmati suasana yang melibatkan banyak orang

Siswa introvert lebih menyukai pada kondisi yang tenang, tidak banyak orang dan fokus pada hal tertentu. Menghabiskan waktu 2 jam atau lebih untuk menghadiri acara sekolah yang dihadiri banyak orang, tentu hal ini menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Mereka lebih suka pada aktivitas membaca, menulis, meneliti, melukis dan membayangkan ide-ide baru.

4.    Introvert pribadi yang unik

Seorang siswa introvert tidak akan mengikuti  dan meniru sifat siswa lainnya, siswa introvert akan lebih mengikuti jalan plikirannya sendiri berdasarkan apa yang percayai dan sukai. Membuat suatu keputusan juga harus dengan pemikiran yang matang, tidak serta merta sembarangan. Meskipun kebanyakan orang menilai bahwa seorang introvert adalah seorang yang membosankan dan kurang menyenangkan, karena segalanya seperti dipikirkan dalam hatinya saja tanpa diketahui  oleh temannya.

Meskipun interaksi yang dibangun tidak terlalu intens dengan teman-temannya, pribadi introvert tetap mengakui orang disekelilingnya, kadang seorang introvert juga merupakan teman yang tepat untuk dijadikan tempat berbagi cerita, mengingat sifatnya yang selalu menjadi pendengar yang baik, introvert juga dikenal sebagai teman yang setia.

Perlu ditekankan lagi bahwa siswa introvert hanya lebih fokus pada pikiran, passion dan idenya sendiri,bukan serta merta menjadi pribadi yang anti sosial, karena mereka sadar bahwa dirinya diciptakan sebagai makhluk sosial yang senantiasa selalu membutuhkan bantuan orang lain.